Home  //  Frontpage  //  Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
  • Wahai Ayah dan Ibu, Sudah Jujurkah Kasih Sayangmu kepada Anakmu?

    Anak-anak kita tumbuh menjadi anak nakal, tidak shalih, jauh dari apa yang kita harapkan selama ini. Lebih miris lagi, ternyata kita sebagai orang tua juga terlibat dan memiliki andil cukup besar dalam menjerumuskan anak-anak ke dalam kehidupan yang serba mengerikan itu.

  • Mulianya Profesi Seorang Guru

    Pendidik tidak sama dengan pengajar, sebab pengajar sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Tetapi seorang pendidik bukan hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pengajaran kepada murid saja tetapi juga membentuk kepribadian seorang anak didik bernilai tinggi.

  • Dalam ranah edukasi (pendidikan),  ihsân sangat erat kaitannya, bahkan  sama artinya, dengan kata “afektif”. Sama halnya dengan ihsân, afektif-pun akan berbicara tentang  kebaikan  yang  bersumber  dari  hati.  Oleh  karenanya  pendidikan  karakter berbasis Ihsân sama halnya dengan pendidikan hati.

  • Formula Jitu Kunci Sukses Masa Depan Anak
    Formula Jitu Kunci Sukses Masa Depan Anak

    Kebaikan seseorang itu dimulai dari apa yang paling ditekankan orangtua kala anak-anaknya masih belia. Jika agama yang ditekankan, maka peluang anak sukses di masa depan sangatlah terbuka. Tetapi jika selain itu, mungkin akan kaya, tetapi belum tentu baik, apalagi kuat iman dan takwanya.

  • Agar Pendidikan Tidak Galau, Sistem Pendidikan Islam Solusinya

    Realita mengabarkan kepada kita bahwa, pada tahun 2013 Human development Index kita berada pada peringkat 121 dari 185 negara dan kita berada di peringkat ke-64 untuk pendidikan di seluruh dunia dari 120 negara. Namun, lebih menyayangkan lagi menurut Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Pemeringkatan tersebut dilihat dari skor yang dicapai pelajar usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika dan sains.

  • Bekal Islami Menghadapi Awal Tahun Ajaran Baru

    Sungguh, masa awal tahun ajaran adalah masa yang amat krusial bagi anak.  Amat disayangkan jika pada masa ini mereka menyimpan masalah.  Nah, apa yang bisa ibu persiapkan agar masa kritis tersebut dapat dilalui anak dengan baik, sehingga mereka dapat meraih harapan dari proses pendidikan yang tengah dijalaninya?

  • Memanfaatkan Liburan Sekolah Secara Cerdas dan Islami

    Berlibur pada dasarnya adalah mengalihkan waktu dengan melaksanakan kegiatan yang bertujuan rehat, atau menggunakan waktu dengan bersantai, terbebas dari rutinitas keseharian, namun tetap bernilai ibadah dan bermanfaat. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap jenak-jenak kehidupan seorang muslim.

  • TI

    Taqwim Islamy

    Adalah sebuah Standar Pendidikan Islamy yang disusun oleh beberapa praktisi pendidikan Islam yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah Sesuai dengan pemahaman Salafuna As Shalih.Selanjutnya...

     
  • Tab 2 TIS

    Taqwim Islamy-System

    Adalah suatu system pendidikan Islamy disingkat TI-S yang disusun dari beberapa komponen atau bagian yang menjadi inti dari proses pendidikan. Adapun komponen-komponen tersebut terdiri dari tujuan, pendidik, peserta didik, alat pendidikan, lingkungan dan lain-lain.. Selanjutnya...

     
  • Tab 3 TIQ

    Taqwim Islamy-Questioner

    TI-Q adalah sebuah tools atau perangkat berbasis questioner untuk mengukur kualitas input/output dan kinerja system serta komponen yang ada dalam sebuah sekolah yang meliputi siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, pemilik sekolah (Yayasan), alumni, kepuasan orang tua dan lain-lain. Sebagai bahan analisa perbaikan yang terus menerus bagi sekolah tersebut. Selanjutnya...

     

Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

User Rating:  / 1
PoorBest 

Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Sekolah sebagai lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat, harus memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakatnya.

Makin majunya pengertian masyarakat akan pentingnya pendidikan anak- anaknya, maka merupakan kebutuhan vital bagi sekolah dan masyarakat untuk menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya, dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya.

Secara etimologis, “hubungan masyarakat” diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris “public relation”, yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antara suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.

Pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilihat  dari beberapa definisi berikut ini. Menurut Kindred Leslie, dalam bukunya “School Public Relation” mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut: “ hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan  masyarakat  untuk  berusaha  menanamkan  pengertian  warga  masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah”.

Selanjutnya Onong U. Effendi dalam bukunya “Human Relations and Public Relations dalam Management” (1973:55) mengemukakan bahwa public relations adalah kegiatan berencana untuk menciptakan, membina, dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi organisasi di satu pihak dan publik di lain pihak. Untuk mencapainya adalah dengan jalan komunikasi yang baik dan luas secara timbal balik.

Pada dasarnya pengertian-pengertian di atas, mengandung makna pokok yang sama, bahwa hubungan masyarakat adalah merupakan kegiatan manajemen dalam menciptakan hubungan harmonis antara suatu lembaga dengan masyarakatnya.

Prinsip-prinsip dan Metode dalam Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Dalam  hubungan  sekolah  dengan  masyarakat  hendaklah  selalu  berpegang kepada prinsip-prinsip yang dijadikan landasan/pedoman bagi tindakan dan kebijaksanaan yang akan diambil.

Adapun prinsip-prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dirangkum sebagai berikut:

1.   Kerjasama  harus  dimodali  dengan  itikad  baik  untuk  menciptakan  citra  baik tentang pendidikan.
2. Pihak awam dalam berperan serta membantu dan merealisasikan program sekolah, hendaknya menghormati dan mentaati ketentuan/peraturan yang diberlakukan di sekolah.
3. Berkaitan dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih berkewajiban dan lebih berhak menanganinya.
4.  Segala saran yang berkaitan dengan kepentingan sekolah harus disalurkan melalui lembaga resmi yang bertanggungjawab dalam melaksanakannya.
5.  Partisipasi/peranserta  masyarakat  tidak  saja  dalam  bentuk  gagasan/usul/saran tetapi juga berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan sekolah.
6.   Peran serta masyarakat  tidak dibatasi oleh jenjang sekolah tertentu, sepanjang tidak mencampuri urusan teknis edukatif/akademis.
7.  Peran serta masyarakat akan bersifat konstruktif, apabila mereka sebagai awam diberi kesempatan mempelajari dan memahami permasalahan serta cara pemecahannya bagi kepentingan dan kemajuan sekolah.
8.   Supaya sukses dalam “saling berperan serta”, haruslah dipahami betul nilai, cara kerja dan pola hidup yang ada dalam masyarakat.
9.   Kerjasama harus berkembang secara wajar, diawali dari yang paling sederhana, berkembang hingga hal-hal yang lebih besar.
10. Efektivitas   keikutsertaan   para   awam   perlu   dibina   hingga   layak   dalam mengembangkan gagasan/penemuan, saran, kritik sampai pada usaha pemecahan dan pencapaian keberhasilan bagi kemajuan sekolah.

PR/HUMAS adalah, salah satu kegiatan komunikasi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.   Karena memiliki fungsi.
2.   Sifat-sifat       organisasi       dari       lembaga/kantor       dimana berada/berlangsung    PR/HUMAS
3.   Sifat manusia yang terlibat/publik yang menjadi sasaran.   
4.   Faktor eksternal yang mempengaruhi tempat khusus. .   

Persyaratan dasar yang harus dipenuhi petugas PR/ HUMAS:

1.   Kemampuan mengamati dan menganalisa persoalan.
2.   Kemampuan menarik perhatian.
3.   Kemampuan mempengaruhi pendapat.
4.   Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya.

Fungsi utama PR/HUMAS:

1.   Mengembangkan  hubungan-hubungan  baik  antara  lembaga/organisasi  dengan publik intern dan publik ekstern dalam rangka menanamkan pengertian.
2. Motivasi dan partisipasi publik dalam rangka meningkatkan iklim pendapat/opini publik yang menguntungkan lembaga/organisasi.
3.   Fungsi timbal balik ke luar dan ke dalam. Ke luar, mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran (image) masyarakat yang positif terhadap segala tindakan da n kebijakan organisasi/lembaga. Ke dalam,  Berusaha mengenali, mengidentifikasi hal-hal yang bisa menimbulkan sikap dan gamabara (image) yang negatif/kurang menguntungkan    dalam    masyarakat    sebelum    sesuatu    tindakan/kebijakan dilaksanakan.
4.  Fungsi pokok PR/HUMAS: mengatur lalu lintas sirkulasi informasi internal dan eksternal dengan  memberikan  informasi dan penjelasan seluas-luasnya kepada publik/masyarakat  mengenai  kebijakan,  program,  tindakan  dari lembaga/organisasi, agar bisa dipahami serta memperoleh public support dan public asseptance. Idealnya, PR/HUMAS itu bisa menjadi juru bicara oerganisasinya

Tugas PR/ HUMAS sehari-hari:

1.   Menyelenggarakan  dan  bertanggung  jawab  atas  penyampaian  informasi/pesan secara lisan, tertulis atau melalui gambar (visual) kepada publik, sehingga publik memahami mengenai asal-mula perusahaan/ lemabaga, tujuan serta kegiatannya.
2. Memonitor    mereka    dan    mengevaluasi    tanggapan    serta    pendapat umum/masyarakat.
3. Mempelajari dan melakukan analisis reaksi publik terhadap kebijakan perusahaan/lembaga atau segala macam pendapat publik (public asseptance dan Non-asseptance).
4. Menyelenggarakan hubungan baik dengan masyarakat, media masa, untuk memperoleh public favour, public opinion, dan perubahan-perubahan sikap.

Pelaksanaan kegiatan PR/ HUMAS:

1.   Pengumpulan,  pengolahan,  penyusunan/perumusan  pesan-pesan  yang  akan disampaikan kepada masyarakat.
2.   Pesan disampaikan melalui media komunikasi, baik media tatap muka maupun media elektronik.
3.   Melalui media kamunikasi itu, berbagai pesan atau informasi disampaikan kepada khalayak/masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan PR/HUMAS.
4.   Agar komunikasi efektif, perlu adanya evaluasi sehingga diketahui berhasil- tidaknya komunikasi.

Tujuan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Secara umum sebenarnya telah tergambarkan di dalam pengertian yang telah dipaparkan dimuka. Tujuan yang dimaksud adalah untuk menciptakan hubungan sekolah dengan masyarakat secara harmonis, untuk meningkatkan kemajuan pendidikan di sekolah. Disamping  itu, agar masyarakat  dapat mengambil manfaat dengan turut menikmati kemajuan yang dicapai oleh sekolah.

Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat di atas masih mengandung pengertian yang luas, sehingga tidak menutup kemungkinan menimbulkan tafsiran- tafsiran atau pertanyaan-pertanyaan tertentu. Oleh karena itu tujuan seperti di atas perlu dioperasikan secara khusus.

Elsbree telah mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:

a.   Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
b.   Untuk  meningkatkan pemahaman masyarakat  akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c.   Untuk mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.

Ketiga tujuan tersebut menggambarkan adanya “two way trafic” atau dua arus komunikasi yang saling timbal balik antara sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila terjadi kesepakatan antara sekolah dengan masyarakat tentang “policy” (kebijakan), perencanaan program dan  strategi pelaksanaan  pendidikan  di  sekolah.  Dengan  demikian  tidak  ada  lagi “barrier” atau penghalang dalam melaksanakan program hubungan sekolah dengan masyarakat.

Unsur-unsur dan Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Unsur-unsur yang terlibat dalam hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain:

1.   Sekolah

Sebagai pusat pendidikan formal, sekolah lahir dan berkembang dari pemikiran efisiensi dan efektivitas pemberian pendidikan bagi warga masyarakat. Artinya bahwa sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban memberikan pendidikan. Sekolah merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat, oleh karena itu segala bentuk dan tujuan sekolah kesemuanya harus diarahkan kepada pembentukan corak pribadi dan kemampuan warga masyarakat sebagaimana menjadi target atau sasaran pendidikan di masyarakat yang bersangkutan.

2.  Orang tua Murid

Hubungan sekolah dengan orang tua murid hendaknya dibawa ke dalam hubungan yang konstruktif dengan program di sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas sama sekali dari  hubungannya dengan sekolah.  Oleh  karena  itu  hubungan  antara keduanya hendaklah dibimbing lebih simpatik, dan ini adalah merupakan tugas kepala sekolah.

3.   Murid dan Guru

Murid merupakan unsur sekolah yang sangat penting, begitu juga guru. Tanpa adanya murid, sekolah tidak akan ada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga  yang  memperoleh  ilmu  pengetahuan,  dan  pendidikan  dari  persekolahan dengan perantaraan guru.

Setelah memahami unsur-unsur dalam membinan hubungan sekolah dengan masyarakat, selanjutnya perlu juga kita memahami tentang teknik-teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Beberapa teknik  yang  dapat  dilakukan untuk  memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui masyarakat, antara lain:

a.   Laporan kepada orang tua murid

Laporan  ini  dapat  dilakukan  setiap  triwulan,  catur  wulan,  semester,  atau tahunan. Laporan tersebut tidak hanya berupa angka-angka, akan tetapi menyangkut informasi yang bersifat diagnostik, artinya dalam laporan tersebut dicantumkan pula kelebihan dan kelemahan peserta didik.

b.   Buletin sekolah

Buletin ini berisi kegiatan-kegiatan sekolah, artikel guru dan murid, pengumuman-pengumuman sekolah, dan lain-lain.

c.   Surat kabar

Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan.

d.   Pameran sekolah

Merupakan metode untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai aktivitasnya.

e.   “Open House”

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengetahui sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

f.   Kunjungan ke sekolah (school visitation)

Teknik memberikan kesempatan kepada orang tua murid untuk melihat kegiatan murid, keadaan sekolah pada saat pelajaran berlangsung.

g.   Kunjungan ke rumah murid (home visitation)

Dilakukan   untuk   melihat   latar   belakang   kehidupan   murid,   disamping mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua murid.

h.   Melalui penjelasan oleh staf sekolah

Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personil sekolah turut  aktif mengambil bagian dalam mensukseskan hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personil sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijakan- kebijakan, program-program organisasi sekolah.

i.    Gambaran keadaan sekolah melalui murid

Murid dapat  juga didorong untuk  memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai murid menyebarluaskan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat.

j.    Melalui radio dan televisi

Radio dan televisi memiliki daya kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion”   yang   sangat   dibutuhkan   dalam   program   hubungan   sekolah   dengan masyarakat ini. Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah. Melalui radio dan televisi sekolah dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman-pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Hal ini untuk  menghindari kesalahan  penyampaian  informasi  yang  sering  dilakukan  oleh anak-anak  kepada orang tuanya,  bahkan anak  minta  iuran  yang  sebenarnya tidak ditarik oleh sekolah.

k.   Laporan tahunan

Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk memberikan kepada Pengawas sekolah atau kepala Kantor Departemen atau kepada atasannya. Kepala sekolah  dapat  menugaskan  kepada  stafnya  atau  langsung  dia  sendiri  memberi informasi ini kepada masyarakat. Isi informasi tersebut berkenaan dengan isi laporan tahunan itu. Isi laporan tahunan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi dan kondisi murid.

 

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; "Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; "Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)."

(HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Aktualita

Statistics

Articles View Hits
407646

Pengunjung

Rank Alexa

Layanan Utama

Anda membutuhkan konsultasi seputar dunia pendidikan dari mulai standadisasi sekolah, manajemen pendidikan, konsultasi keuangan, dan lain-lain Learn More...